Amanah Yang Diskreditkan

Tidak bisa kita pungkiri, dahulu di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, umat Islam memiliki konstribusi yang penting, dan tidak ada yang bisa membantahnya. Kita bisa lihat bagiamana perjuangan umat Islam mulai dari Aceh sampai ke Sulawesi dan Maluku.

Rata-rata mereka adalah para ulama. Jadi amanat yang diterima bangsa ini jangan amanat Soekarno-Hatta saja. Mereka berdua memang tokoh, tapi bukan hanya mereka berdua saja tokoh perjuangan kemerdekaan. Mereka berdua menginginkan Negara ini menjadi Negara yang sekuler, Negara yang agama hanya sekedar formalitas saja.
Kita tidak menyalahkan Soekarno, karna mungkin pada masa itu sangat di tuntut persatuan bangsa. Tetapi perlu kita lihat, kalau dulu umat Islam berjuangan dengan teriakan Allah Akbar, dengan semangat jihad.

Banyak pula para pejuangan itu merindukan umat Islam di bumi ini bisa menjalankan Syari’at Islam dengan utuh.
Kita mengenal namanya Kasman Singodimejo dan KH. Agus Salim, mereka bertahan dengan sikap bahwa umat Islam harus diberikan hak untuk menjalankan ajaran agama mereka dengan sempurna.

Boleh saja orang berkata tidak semua masyarakat bangsa iniberkeinginan seperti itu, benar. Karna tidak semua orang suka dengan Islam. Tapi yang menyedihkan kenapa ketika bangsa ini membuat hukum, hukum BW warisan Belanda boleh menjadi rujukan, Code Civil Napoleon boleh menjadi rujukan, bahkan anggota DPR kita pergi studi banding ke Eropa dan Amerika, berarti hukum Negara-negara itu boleh diambil.
Akan tetapi kenapa ketika diambil dari Al-Qur’an dan Sunnah, haram untuk diambil. Bahkan ketika mendengar PERDA Syari’ah, orang menjadi ribut, itu tandanya tidak boleh mengambil Al-Qur’an dan Sunah, yang mana dahulu diperjuangkan oleh para ulama-ulama kita.

Jadi bisa kita katakan, secara berbangsa umat Islam sudah merdeka namun pada hakikatnya masih saja terjajah.

Tentang Dino Syaiful

A student of Islamic Studies and Arabic Faculty in Al-Azhar University New Damietta City, Egypt.
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s